Dari UMKM ke Brand Profesional ✨

Bersama DCLIQ, ubah bisnis kecil jadi brand yang dikenal. Kami membangun logo, warna, dan brand guidelines yang selaras agar bisnismu tampil profesional dan mudah dipercaya.

4 February 2026

Digital Marketing Analyst adalah profesional yang mengumpulkan, membersihkan, dan menafsirkan data pemasaran online untuk mengubah angka mentah menjadi keputusan yang bisa kamu pakai langsung sebagai strategi bisnis yang menguntungkan di tahun 2026.

Di DCLIQ sebagai Digital Agency yang mengutamakan pendekatan berbasis data, peran ini sering menjadi “otak” di balik kampanye yang rapi secara logika dan kuat secara hasil. Analis membantu memastikan anggaran iklan, konten, dan kanal distribusi bergerak ke arah metrik yang benar—bukan sekadar ramai di permukaan.

Kalau kamu ingin memahami profesi yang memadukan kreativitas pemasaran dengan ketelitian analitik, pembahasan di bawah ini akan membantumu melihatnya dari sisi kerja nyata, tools, dan roadmap karier.

Apa yang Dilakukan Digital Marketing Analyst di 2026?

Digital Marketing Analyst memonitor ekosistem pemasaran digital untuk mengevaluasi efektivitas kampanye melalui metrik terukur, lalu menerjemahkannya menjadi rekomendasi tindakan yang bisa dieksekusi tim.

Kalau eksekutor konten fokus pada “apa yang diposting”, analis lebih menekankan “mengapa itu berhasil atau gagal” dan “apa langkah paling masuk akal setelah melihat pola data”. Di 2026, analis juga terbiasa membaca sinyal awal untuk memproyeksikan tren sesuai kebutuhan bisnis (misalnya lewat segmentasi, cohort, atau model prediksi sederhana).

1. Data collection & integrasi

Mengambil dan menyatukan data dari GA4, Meta Ads, CRM, marketplace, email platform, dan sumber lain agar tidak terjadi silo data.

2. Insight generation

Mengubah grafik dan tabel menjadi rekomendasi konkret (contoh: mengalihkan budget dari kampanye yang boros ke kampanye yang lebih efisien).

3. Optimization loop

Menjalankan eksperimen seperti A/B testing untuk meningkatkan konversi secara bertahap dan terukur.

4. Quality control data

Memvalidasi event, parameter UTM, sumber traffic, dan konsistensi pelaporan agar keputusan tidak salah arah.

Perbedaan Digital Marketing Analyst vs Marketing Analyst

Perbedaan_Digital_Marketing_Analyst_vs_Marketing_Analyst

Perbedaan mendasar dari dua peran ini terletak pada cakupan data dan fokus medium yang dianalisis, sehingga ruang lingkup pekerjaan dan kedalaman metrik yang dipakai juga berbeda.

Fitur PembedaDigital Marketing AnalystMarketing Analyst (General)
Fokus utamaKanal digital (SEO, SEM, sosial media, email, website, aplikasi).Kondisi pasar menyeluruh (online & offline).
Sumber dataGA4, Ads Manager, server logs, event tracking, atribusi, CRM digital.Survei konsumen, data penjualan ritel, riset pasar, focus group.
Metrik kunciCPC, CTR, CPA, conversion rate, bounce/engagement, ROAS (bergantung tujuan).Market share, brand awareness, Customer Lifetime Value, preferensi pasar.
Kecepatan dataRelatif real-time (bisa berubah cepat).Cenderung jangka menengah–panjang (bulanan/kuartalan/tahunan).
Tujuan akhirOptimasi performa kampanye digital yang spesifik dan terukur.Strategi pemasaran makro, penetapan harga, positioning, pengembangan produk.

Tugas dan Tanggung Jawab Utama Digital Marketing Analyst

Untuk memastikan efisiensi, peran analis berperan sebagai penghubung antara “apa yang terjadi di kanal” dan “apa yang perlu diputuskan bisnis”. Di era modern, tanggung jawabnya berkembang dari pelaporan manual menjadi orkestrasi data dan automasi insight.

Audit & tracking setup

Memastikan pemasangan tracking (misalnya lewat tag manager) berjalan akurat, termasuk pencegahan data loss akibat pembatasan cookie dan perubahan kebijakan privasi.

Analisis multi-channel

Menggabungkan data dari TikTok/Instagram/Google Ads/email/website dalam satu pandangan agar keputusan tidak bias dari satu kanal saja.

Reporting & visualisasi

Menyusun dashboard (misalnya Looker Studio/BI tools) sehingga stakeholder non-teknis bisa membaca kondisi performa tanpa “bongkar data mentah”.

Conversion Rate Optimization (CRO)

Menganalisis perilaku pengguna di landing page dan memberi rekomendasi perbaikan UI/UX yang masuk akal untuk target konversi.

Efisiensi anggaran

Mengidentifikasi kampanye yang boros dan menyusun rencana realokasi budget berdasarkan performa dan kualitas traffic.

Output kerja yang biasanya diminta stakeholder:

1. Ringkasan performa mingguan/bulanan yang menjawab “apa penyebab naik-turun performa”.

2. Daftar prioritas optimasi yang bisa dieksekusi (bukan sekadar laporan angka).

3. Dashboard KPI inti yang konsisten definisinya (agar tidak ada “versi metrik” berbeda antar tim).

4. Rekomendasi eksperimen berikutnya beserta hipotesis yang bisa diuji.

Skill & Tools yang Wajib Dikuasai Digital Marketing Analyst

Agar kerjamu efektif, kamu perlu menggabungkan kemampuan teknis pengolahan data dengan intuisi bisnis—karena tujuan akhirnya bukan “rapi datanya”, tetapi “tepat keputusannya”.

Analytics tools

Pemahaman mendalam pada GA4 untuk event tracking, konversi, dan analisis perilaku pengguna.

Data visualization

Kemampuan menyajikan data kompleks menjadi visual yang mudah dibaca (Looker Studio, Tableau, Power BI, atau setara).

Spreadsheet mastery

Pivot, lookup, pengelolaan data besar, dan automasi sederhana untuk mempercepat kerja.

Basic querying (SQL)

Menarik data mentah dari database/warehouse (nilai plus besar untuk peran yang dekat dengan data engineering).

Critical thinking & data storytelling

Menguji anomali (contoh: traffic naik tapi penjualan turun) dan menjelaskannya dalam bahasa bisnis yang bisa dipakai tim untuk bergerak.

Roadmap Memulai Karier Digital Marketing Analyst

Roadmap_Memulai_Karier_Digital_Marketing_Analyst

Jika kamu ingin masuk ke jalur ini, fokus utamanya adalah membangun fondasi pemasaran digital, lalu membuktikan kemampuan lewat portofolio analisis yang realistis dan relevan dengan kebutuhan bisnis.

1. Pelajari fundamental pemasaran digital: Pahami istilah seperti SEO, SEM, funnel, customer journey, dan dasar atribusi.

2. Ambil sertifikasi resmi

Prioritaskan sertifikasi analitik dan pengukuran untuk menunjukkan kompetensi dasar yang terstandar.

3. Bangun portofolio riil

Buat proyek sederhana (misalnya blog/website), pasang analytics, tetapkan event penting, lalu buat laporan insight dan rekomendasi.

4. Kuasai satu tool visualisasi

Buat satu dashboard KPI yang rapi dan mudah dipahami; dokumentasikan struktur metrik dan definisinya.

5. Ambil pengalaman magang/freelance

Paparan multi-industri membuat kamu cepat peka terhadap pola data dan problem bisnis yang berbeda.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Q: Apakah isu privasi dan era “cookieless” membuat pekerjaan analis semakin sulit di 2026?

A: Tantangannya meningkat, tetapi pendekatannya juga makin matang. Analis biasanya memperkuat first-party data (data yang kamu miliki sendiri), merapikan event tracking, dan mengandalkan implementasi tracking yang lebih tahan terhadap perubahan kebijakan privasi, sehingga insight tetap bisa diambil tanpa mengorbankan kepatuhan.

Q: Apa bedanya Digital Marketing Analyst dengan Data Scientist?

A: Fokus Digital Marketing Analyst lebih spesifik ke data pemasaran (iklan, traffic web, sosial media, email, konversi) untuk keputusan taktis dan strategis kampanye. Sementara Data Scientist umumnya menangani spektrum data yang lebih luas lintas divisi, dan sering membangun model/algoritma yang lebih kompleks untuk berbagai kebutuhan bisnis.

Q: Apakah profesi ini bisa dikerjakan secara remote?

A: Sangat memungkinkan, karena banyak tools analitik dan pelaporan berbasis cloud. Kuncinya ada pada akses data yang aman, definisi metrik yang jelas, serta ritme komunikasi yang rapi agar rekomendasi analis benar-benar tersambung ke eksekusi tim.

Kesimpulan

Di 2026, Digital Marketing Analyst menjadi navigator penting dalam lautan data pemasaran: membantu kamu melihat apa yang benar-benar terjadi, kenapa itu terjadi, dan keputusan apa yang paling rasional untuk meningkatkan profitabilitas secara berkelanjutan.

Saat kamu mampu membaca data, menguasai tools analitik, dan mengubahnya menjadi strategi yang jelas, profesi ini menawarkan jalur karier yang solid—baik di perusahaan maupun agensi. Namun, membangun fungsi analis secara internal sering menuntut biaya rekrutmen, setup tools, dan proses pelatihan yang tidak sebentar.

Kalau bisnismu butuh eksekusi yang cepat sekaligus insight yang tajam tanpa kerumitan operasional, kamu bisa mempertimbangkan solusi jasa digital marketing berbasis data dari DCLIQ untuk membantu membedah performa dan menyusun strategi yang lebih terarah.

CTA Bisnis Profesional

Mulai Transformasi Bisnis Anda
Bersama DCLIQ Digital Marketing Agency

Hubungi Kami Sekarang.

Hubungi Kami
Wanita memegang laptop
Hubungi Kami