26 November 2025
Kini, perkembangan bisnis tidak bisa dilepaskan dari peran internet dan kemajuan teknologi. Kondisi ini membuat setiap pelaku usaha perlu memahami bahwa digital marketing bukan hanya sebuah tren sementara, tetapi bagian penting dari strategi pemasaran masa kini.
Di dalam artikel ini, kamu akan menemukan pembahasan lengkap mengenai apa saja digital marketing—mulai dari definisi, cakupannya, perbedaan mendasar dengan pemasaran konvensional, hingga alasan kuat mengapa perusahaan modern tidak bisa lagi mengabaikan digital marketing.
Pengertian Digital Marketing
Perilaku konsumen telah banyak berubah. Mereka mencari informasi lewat internet, membandingkan produk secara online, dan mengambil keputusan berdasarkan konten digital yang mereka lihat setiap hari. Perubahan ini membuat strategi pemasaran tradisional saja tidak lagi cukup untuk menjangkau audiens modern.
Seiring dengan semakin kuatnya peran teknologi dalam kehidupan sehari-hari, bisnis dari berbagai sektor kini mulai menyesuaikan diri. Mereka membutuhkan pendekatan yang lebih fleksibel, terukur, dan mampu menjangkau pasar lebih luas. Dari sinilah konsep digital marketing muncul sebagai fondasi utama untuk bersaing dan berkembang di era digital.
Pengertian dan ruang lingkup digital marketing
Digital marketing adalah strategi pemasaran yang menggunakan teknologi digital dan internet untuk mempromosikan produk atau layanan kepada audiens yang ditargetkan.
Digital marketing mencakup penggunaan situs web, media sosial, email, mesin pencari, iklan online, dan media digital lain yang memungkinkan interaksi langsung serta pengukuran kinerja.
Ruang lingkup:
Ruang lingkup dari digital marketing cukup luas dan berkembang terus. Beberapa komponen utama yang biasa termasuk adalah:
1. Search Engine Optimization (SEO) — optimasi agar situs web muncul di hasil pencarian mesin pencari.
2. Content Marketing — pembuatan konten berkualitas seperti artikel, video, infografis yang menarik audiens.
3. Social Media Marketing — penggunaan platform media sosial untuk membangun merek dan komunikasi dua arah dengan audiens.
4. Email Marketing — mengirimkan pesan atau penawaran melalui email yang ditargetkan untuk membangun hubungan jangka panjang.
5. Pay-Per-Click (PPC) atau iklan berbayar digital — iklan online dimana biaya dikenakan ketika iklan diklik.
6. Affiliate Marketing/Influencer Marketing — kerja sama dengan pihak ketiga untuk mempromosikan produk atau layanan.
7. Analitik Digital (Digital Analytics) — penggunaan data dan tools analitik untuk mengukur kinerja kampanye serta menyesuaikan strategi.
Perbedaan dengan pemasaran tradisional
Saat ini, banyak bisnis yang masih menerapkan pemasaran konvensional namun semakin bergeser ke digital marketing karena perbedaan‐utama berikut:
1. Media yang digunakan
Pemasaran tradisional memakai media fisik seperti cetak, televisi, radio, baliho; sedangkan digital marketing memanfaatkan media internet, mesin pencari, media sosial.
2. Jangkauan dan interaksi
Digital marketing memungkinkan jangkauan global dan interaksi dua arah (dua‐arah = audiens bisa merespons langsung); pemasaran tradisional umumnya satu arah dan jangkauan terbatas ke area fisik.
3. Pengukuran hasil
Digital marketing memungkinkan pengukuran secara real‐time, data analitik, pelaporan yang detail; pemasaran tradisional seringkali sulit untuk diukur efektivitasnya.
4. Biaya dan fleksibilitas
Umumnya cara digital lebih fleksibel dan bisa lebih hemat biaya serta dapat disesuaikan saat kampanye berjalan; pemasaran tradisional cenderung memerlukan biaya besar dan kurang fleksibel.
Karena perbedaan ini, banyak bisnis yang mulai menyesuaikan anggaran dan taktik pemasaran mereka agar lebih cocok ke dunia digital.
Mengapa bisnis jaman sekarang butuh digital marketing
Ada beberapa alasan kuat mengapa bisnis di era sekarang sangat butuh digital marketing:
1. Perubahan perilaku konsumen
Konsumen sekarang lebih banyak mencari produk atau layanan lewat internet dan media sosial terlebih dahulu sebelum membeli. Dengan digital marketing, bisnis dapat hadir ketika pencarian itu terjadi.
2. Efisiensi dan hasil yang terukur
Melalui digital marketing, bisnis bisa menetapkan target yang spesifik, mengukur hasil kampanye, melakukan penyesuaian strategi secara cepat sehingga hasil bisa lebih optimal.
3. Kompetisi yang semakin ketat dan jangkauan pasar yang luas
Dengan digital marketing, bisnis kecil atau menengah memiliki kesempatan untuk bersaing lebih adil karena akses ke platform digital yang relatif terbuka dan jangkauan yang lebih luas.
4. Kebutuhan interaksi dan loyalitas pelanggan
Digital marketing memfasilitasi interaksi langsung antara bisnis dan pelanggan, membangun kepercayaan, dan menjaga hubungan jangka panjang yang berkelanjutan.
Karena itu, jika bisnis kamu belum mengimplementasikan digital marketing secara konsisten, maka akan ada risiko tertinggal dibanding pesaing yang sudah aktif online.
Apa Saja Digital Marketing?

Di era ketika hampir semua aktivitas berpindah ke dunia online, bisnis dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat. Konsumen kini mencari informasi, membandingkan produk, hingga melakukan pembelian melalui internet. Karena itulah, strategi pemasaran modern tidak lagi bisa hanya mengandalkan cara-cara tradisional.
Digital marketing hadir sebagai pendekatan yang lebih relevan, terukur, dan efisien untuk menjangkau audiens yang tepat. Dengan memahami konsep dasarnya, kamu bisa mengetahui area mana saja dalam pemasaran digital yang paling penting untuk dikembangkan sesuai kebutuhan bisnismu.
SEO (Search Engine Optimization)
SEO (Search Engine Optimization) adalah proses mengoptimalkan situs web agar muncul di hasil pencarian mesin pencari secara organik, artinya tanpa iklan berbayar.
Cara kerja dan manfaat:
1. Kamu melakukan riset kata kunci yang relevan dengan bisnis, lalu menempatkan kata kunci tersebut pada judul, isi konten, tag meta, dan atribut gambar untuk membantu mesin pencari memahami konten.
2. Optimasi bisa dibagi menjadi on-page (isi dan struktur halaman), off-page (link dari situs lain) dan technical SEO (kecepatan situs, responsif di seluler, struktur data).
3. Manfaat utama SEO adalah jangka panjang: bila konten kamu sudah mendapat peringkat bagus, trafik organik akan datang tanpa kamu harus terus membayar iklan. Namun perlu pemeliharaan dan adaptasi karena algoritma mesin pencari berubah.
SEM/PPC (Search Engine Marketing/Pay-Per-Click)
SEM (Search Engine Marketing) sering disamakan dengan atau termasuk cara PPC (Pay-Per-Click), yaitu pemasaran yang menggunakan iklan berbayar di mesin pencari agar situs atau tawaran bisnis muncul di posisi atas hasil pencarian.
Cara kerja dan manfaat:
1. Kamu menentukan kata kunci target dan demografi yang ingin dijangkau, lalu membuat iklan yang muncul ketika pengguna melakukan pencarian yang sesuai.
2. Sistem bayar ketika iklan diklik (PPC), sehingga kamu bisa mengukur hasil secara langsung: misalnya berapa banyak klik, berapa banyak konversi yang didapat.
3. Keuntungan utama adalah kecepatan: hasil bisa terlihat lebih cepat dibandingkan SEO, karena iklan langsung tayang begitu kampanye diluncurkan.
Content Marketing
Content Marketing adalah proses membuat dan mendistribusikan konten yang relevan, bermanfaat dan konsisten untuk menarik dan mempertahankan audiens yang jelas, kemudian mendorong mereka untuk melakukan tindakan yang menguntungkan bisnis.
Cara kerja dan manfaat:
1. Konten bisa berupa artikel blog, video, infografis, podcast, atau ebook yang mendidik atau menghibur audiens, bukan hanya menjual produk secara langsung.
2. Dengan konten yang baik, kamu membangun kepercayaan, otoritas merek dan loyalitas audiens. Konten yang makin banyak dan berkualitas akan membantu SEO dan menjaga audiens tetap tertarik.
3. Content marketing memerlukan pemikiran jangka panjang: dampaknya mungkin tidak langsung seperti iklan, tapi manfaatnya tahan lama.
Social Media Marketing
Social Media Marketing adalah cara pemasaran yang menggunakan platform media sosial untuk berinteraksi dengan audiens, membangun merek, meningkatkan penjualan dan mengarahkan trafik ke situs web.
Cara ini mencakup posting konten seperti teks, gambar, video, livestream, dan engagement melalui komentar atau pesan langsung yang memberi peluang relasi dua arah antara bisnis dan pengguna.
Ruang lingkup & manfaat
1. Platform utama seperti Instagram, Facebook, TikTok, LinkedIn digunakan untuk membangun komunitas dan memperkuat identitas merek.
2. Social Media Marketing memungkinkan pengukuran metrik seperti engagement rate, jangkauan, klik, dan share secara real-time, sehingga kamu bisa menyesuaikan konten atau strategi secara cepat.
3. Karena banyak pengguna aktif media sosial, biaya masuk relatif rendah dibanding media tradisional, sehingga cocok untuk bisnis kecil maupun besar.
Email Marketing
Email Marketing adalah strategi pemasaran digital yang menggunakan email sebagai tools untuk menjangkau pelanggan potensial maupun yang sudah ada, menyampaikan promosi, berita, edukasi, atau konten yang membangun loyalitas.
Konten email bisa berupa newsletter, pengumuman produk, diskon, atau konten edukatif yang ditujukan agar penerima melakukan tindakan seperti klik ke situs atau pembelian.
Ruang lingkup & manfaat
1. Email marketing memungkinkan segmentasi audiens berdasarkan preferensi atau riwayat interaksi sehingga pesan bisa lebih relevan dan personal.
2. Salah satu keunggulan: return on investment (ROI) yang tergolong tinggi dibanding banyak saluran lainnya, karena biaya biasanya lebih kecil dan jangkauannya langsung ke inbox penerima.
3. Content yang dikirimkan melalui email bisa dipersonalisasi dan dianalisis performanya (open-rate, klik, konversi), sehingga mudah untuk terus optimalisasi.
Affiliate & Influencer Marketing
1. Affiliate Marketing adalah strategi di mana bisnis bekerja sama dengan mitra (affiliate) yang mempromosikan produk atau layanan, dan mitra tersebut memperoleh komisi jika promosi menghasilkan tindakan seperti penjualan atau pendaftaran.
2. Influencer Marketing adalah taktik di mana bisnis kolaborasi dengan figur yang punya pengikut besar atau reputasi kuat di media sosial—mereka membuat konten yang menampilkan produk atau merek, lalu membagikannya ke audiens mereka.
Ruang lingkup & manfaat
1. Affiliate dan influencer bisa memperluas jangkauan brand ke audiens yang sulit dijangkau melalui saluran tradisional karena mereka sudah memiliki komunitas atau pengikut yang loyal.
2. Dengan affiliate, bisnis hanya membayar jika hasil (seperti penjualan) terjadi → lebih efisien dari sisi biaya. Dengan influencer, bisnis memperoleh endorsement dan kredibilitas dari figur yang dipercaya audiens-nya.
3. Tantangan: memilih partner yang sesuai nilai merek, memastikan transparansi dan pengukuran hasil kerjasama, serta mengelola reputasi influencer agar sejalan dengan brand.
Mobile Marketing & Other Emerging Channels
Mobile Marketing adalah bagian dari strategi digital marketing yang memanfaatkan perangkat mobile seperti smartphone atau tablet untuk menjangkau audiens melalui aplikasi, SMS, push notification, iklan aplikasi, lokasi-based marketing, dan lainnya.
Saluran emerging lainnya mencakup platform chat (seperti WhatsApp), voice assistants, interaksi berbasis lokasi atau augmented reality, yang makin relevan dalam ekosistem digital.
Ruang lingkup & manfaat
1. Mobile marketing memungkinkan kamu menghadapi konsumen “di mana pun” karena perangkat mobile hampir selalu bersama pengguna, sehingga jangkauan dan relevansi meningkat.
2. Contoh kanal: SMS/MMS, aplikasi mobile, iklan dalam aplikasi, sistem push notification, kampanye berbasis lokasi (location-based), dan integrasi omnichannel yang menghubungkan mobile ke saluran lain.
3. Karena tren pengguna mobile terus meningkat dan saluran baru terus muncul, pemilihan dan pengoptimalan channel menjadi kunci agar bisnis kamu tidak tertinggal dalam lanskap digital yang cepat berubah.
Bagaimana Memilih Jenis Digital Marketing yang Tepat untuk Bisnis Kamu
Bisnis masa kini memiliki banyak pilihan strategi pemasaran berbasis digital yang bisa dimanfaatkan untuk berkembang. Setiap metode menawarkan manfaat yang berbeda, mulai dari meningkatkan visibilitas merek, menarik pengunjung, hingga mendorong penjualan.
Meski begitu, tidak semua pendekatan digital marketing cocok untuk setiap jenis usaha. Karena itu, penting bagi kamu untuk memahami karakter dan kebutuhan bisnismu sebelum menentukan strategi yang paling tepat.
Analisis target audiens dan platform yang sesuai
Pertama-tama, sangat penting bahwa kamu memahami siapa target audiens bisnis kamu—profil demografis, perilaku online, media yang mereka gunakan, dan kebutuhan mereka. Proses ini disebut segmentasi audiens yang membagi pasar ke dalam subkelompok berdasarkan karakteristik seperti usia, minat, perilaku online.
Setelah mengenal audiens, pilihlah platform digital marketing yang sering mereka gunakan atau kunjungi. Sebagai contoh: jika audiens kamu muda dan aktif di media sosial, maka taktik seperti social media marketing atau influencer marketing bisa sangat efektif. Memilih kanal sesuai audiens adalah langkah penting dalam strategi digital marketing.
Dengan melakukan analisis audiens dan platform terlebih dahulu, kamu dapat mengalokasikan usaha dan anggaran ke saluran yang benar-benar punya potensi dan menghindari membuang sumber daya ke kanal yang kurang relevan untuk audiens kamu.
Pertimbangan anggaran, sumber daya, dan kompetensi
Kedua, kamu harus mempertimbangkan anggaran yang kamu miliki, tim atau kompetensi internal, serta sumber daya seperti waktu dan teknologi. Tanpa mempertimbangkan faktor ini, kampanye digital marketing bisa jadi kurang optimal atau bahkan gagal. Anggaran digital marketing harus dialokasikan berdasarkan tujuan, saluran, dan biaya yang diperlukan.
Contoh: jika anggaran kamu terbatas dan tim kamu belum memiliki pengalaman SEO, maka memulai dengan kampanye kecil melalui konten atau email marketing bisa lebih realistis daripada langsung mencoba iklan berbayar besar-besaran. Juga penting untuk mengevaluasi kompetensi tim internal atau perlu outsourcing, agar kampanye berjalan lancar.
Dengan mempertimbangkan ketiga aspek (anggaran, sumber daya manusia, dan kompetensi) kamu bisa menetapkan jenis digital marketing yang bisa kamu jalankan secara realistis dan terukur.
Kombinasi untuk hasil optimal
Tidak ada satu jenis digital marketing yang sempurna sendiri untuk semua bisnis. Kombinasi antara beberapa jenis kanal sering kali memberi hasil yang lebih baik daripada hanya mengandalkan satu saja.
Misalnya, kampanye SEO jangka panjang digabung dengan PPC untuk hasil cepat, plus email marketing untuk retensi pelanggan.
Kunci berada pada bagaimana kamu menyusun mix strategi yang saling mendukung:
1. Kanal yang memberi visibilitas awal cepat → seperti PPC atau iklan di media sosial
2. Kanal yang membangun fondasi jangka panjang → seperti SEO dan content marketing
3. Kanal yang menjaga hubungan dengan pelanggan yang sudah ada → seperti email marketing atau mobile marketing
Bagaimana Memilih Jenis Digital Marketing yang Tepat untuk Bisnis Kamu

Setiap bisnis perlu memahami bahwa tidak semua strategi digital marketing memiliki fungsi yang sama. Setiap channel menawarkan kelebihan, cara kerja, dan target audiens yang berbeda.
Karena itu, sebelum menentukan strategi mana yang ingin kamu gunakan, penting untuk memahami kebutuhan bisnismu terlebih dahulu—mulai dari tujuan, karakter pelanggan, hingga sumber daya yang tersedia.
Analisis target audiens dan platform yang sesuai
Pertama-tama, sangat penting bahwa kamu memahami siapa target audiens bisnis kamu — profil demografis, perilaku online, media yang mereka gunakan, dan kebutuhan mereka. Proses ini disebut segmentasi audiens yang membagi pasar ke dalam subkelompok berdasarkan karakteristik seperti usia, minat, perilaku online.
Setelah mengenal audiens, pilihlah platform digital marketing yang sering mereka gunakan atau kunjungi. Sebagai contoh: jika audiens kamu muda dan aktif di media sosial, maka taktik seperti social media marketing atau influencer marketing bisa sangat efektif. Memilih kanal sesuai audiens adalah langkah penting dalam strategi digital marketing.
Dengan melakukan analisis audiens dan platform terlebih dahulu, kamu dapat mengalokasikan usaha dan anggaran ke saluran yang benar-benar punya potensi dan menghindari membuang sumber daya ke kanal yang kurang relevan untuk audiens kamu.
Pertimbangan anggaran, sumber daya, dan kompetensi
Kedua, kamu harus mempertimbangkan anggaran yang kamu miliki, tim atau kompetensi internal, serta sumber daya seperti waktu dan teknologi. Tanpa mempertimbangkan faktor ini, kampanye digital marketing bisa jadi kurang optimal atau bahkan gagal. Anggaran digital marketing harus dialokasikan berdasarkan tujuan, saluran, dan biaya yang diperlukan.
Contoh: jika anggaran kamu terbatas dan tim kamu belum memiliki pengalaman SEO, maka memulai dengan kampanye kecil melalui konten atau email marketing bisa lebih realistis daripada langsung mencoba iklan berbayar besar-besaran. Juga penting untuk mengevaluasi kompetensi tim internal atau perlu outsourcing, agar kampanye berjalan lancar.
Dengan mempertimbangkan ketiga aspek (anggaran, sumber daya manusia, dan kompetensi) kamu bisa menetapkan jenis digital marketing yang bisa kamu jalankan secara realistis dan terukur.
Kombinasi untuk hasil optimal
Tidak ada satu jenis digital marketing yang sempurna sendiri untuk semua bisnis. Kombinasi antara beberapa jenis kanal sering kali memberi hasil yang lebih baik daripada hanya mengandalkan satu saja. Misalnya, kampanye SEO jangka panjang digabung dengan PPC untuk hasil cepat, plus email marketing untuk retensi pelanggan.
Kunci berada pada bagaimana kamu menyusun mix strategi yang saling mendukung:
1. Kanal yang memberi visibilitas awal cepat → seperti PPC atau iklan di media sosial
2. Kanal yang membangun fondasi jangka panjang → seperti SEO dan content marketing
3. Kanal yang menjaga hubungan dengan pelanggan yang sudah ada → seperti email marketing atau mobile marketing
Dengan kombinasi yang tepat, bisnis kamu bisa mendapatkan hasil optimal, baik dari sisi pengenalan merek, generasi lead, maupun konversi dan retensi.
Kesalahan - Kesalahan dalam Digital Marketing
Dalam proses menjalankan strategi digital marketing, setiap bisnis tentu ingin mendapatkan hasil terbaik dari setiap kampanye yang dilakukan. Namun kenyataannya, tidak semua strategi berjalan sesuai rencana. Ada banyak faktor yang memengaruhi efektivitas pemasaran digital, mulai dari pemahaman audiens, pemilihan channel, hingga kualitas konten yang disajikan.
Seiring strategi makin kompleks, risiko melakukan kesalahan pun semakin besar—baik karena kurangnya data, perubahan algoritma, ataupun kurang tepat dalam mengeksekusi kampanye. Untuk itu, penting memahami kesalahan apa saja yang kerap terjadi agar kamu bisa menghindarinya dan mengoptimalkan performa digital marketing secara berkelanjutan.
Perubahan algoritma & persaingan yang cepat
Salah satu kesalahan penting adalah mengabaikan bahwa algoritma mesin pencari atau media sosial terus berubah dan persaingan di dunia digital semakin cepat. Misalnya, apabila kampanye SEO atau konten kamu tidak diperbarui mengikuti pembaruan algoritma, visibilitas bisa turun secara signifikan.
Selain itu, persaingan yang cepat berarti bahwa cara yang dulu efektif bisa menjadi usang. Jika kamu tetap menggunakan taktik yang lama tanpa evaluasi ulang, maka kesempatan untuk tampil di hadapan audiens semakin kecil.
Tidak mengukur hasil dengan tepat
Kesalahan berikutnya ialah tidak melakukan pengukuran yang tepat atau bahkan tidak sama sekali terhadap hasil kampanye digital marketing kamu. Banyak bisnis yang hanya melihat metrik dasar seperti ‘klik’ saja tanpa melihat konversi atau dampak jangka panjang.
Tanpa metrik yang relevan dan pemahaman yang tepat terhadap data, maka kamu akan sulit melakukan optimasi kampanye atau mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki.
Mengabaikan pengalaman pengguna dan kualitas konten
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah mengabaikan kualitas konten dan pengalaman pengguna. Konten yang diproduksi banyak tapi berkualitas rendah atau tidak relevan akan membuat audiens cepat berpaling.
Begitu juga, jika pengalaman pengguna di website atau aplikasi kamu buruk — misalnya lambat, tidak responsif di mobile, navigasi membingungkan — maka semua upaya digital marketing bisa jadi sia-sia karena audiens berhenti sebelum melakukan tindakan yang diharapkan.
Kesimpulan
Dengan memahami apa saja digital marketing—mulai dari definisi, berbagai bentuk strategi, cara memilih kanal yang sesuai, langkah pelaksanaannya, hingga kesalahan-kesalahan umum yang perlu dihindari—kamu kini sudah memiliki gambaran menyeluruh tentang bagaimana digital marketing mampu mendorong pertumbuhan bisnis secara cepat dan terukur.
Dari seluruh pembahasan tersebut terlihat jelas bahwa efektivitas digital marketing bergantung pada pemahaman audiens, perencanaan konten yang matang, pemilihan saluran yang relevan, kemampuan membaca data, serta ketangkasan menyesuaikan diri dengan perubahan algoritma maupun kompetisi.
Jika kamu ingin memastikan strategi berjalan lebih optimal, memanfaatkan jasa digital marketing yang profesional dapat menjadi pilihan tepat agar setiap kampanye bergerak lebih fokus, efisien, dan terukur.
Selain itu, kamu dapat bekerja sama dengan DCLIQ sebagai digital marketing agency yang siap membantu merancang strategi yang tepat sasaran, menghasilkan konten berkualitas, serta mengelola seluruh kanal digital bisnismu secara maksimal sesuai kebutuhan.